Atribut Layanan dengan Model Kano Untuk Penentuan Skala Prioritas

Analisis Atribut Layanan Rumah Sakit Dengan Model Kano Untuk Penentuan Skala Prioritas Perbaikan Layanan karna Membuat produk dalam jumlah banyak menyebabkan pemborosan yang dapat mengurangi efisiensi produksi. Aktivitas yang paling banyak membuang waktu adalah aktivitas set-up mesin, untuk mengatasi masalah ini maka perlu diterapkan metode just-in-time dengan pembakuan kegiatan dan minimasi waktu set-up dengan mengambil kondisi real yang ada pada lantai produksi. Penelitian dilakukan di CV. Roda Jati, data yang digunakan adalah waktu penyelesaian komponen frame ujung produk GT 060 pada bagian permesinan dan waktu set-up mesin. Analisa meliputi : urutan kegiatan sekarang, usulan pembakuan kegiatan, perbaikan pembakuan kegiatan menggunakan minimasi waktu set-up, analisa menggunakan prinsip 5S. Hasil dari pengamatan didapatkan pembakuan kegiatan pada bagian permesinan dan mengurangi waktu set-up mesin. Waktu yang digunakan untuk memproduksi komponen tersebut sebelum dilakukan pembakuan kegiatan sebesar 4655,42 detik dan mengalami penurunan menjadi 4635,08 detik. Setelah dilakukan minimasi waktu set-up maka mengalami penurunan lagi mejadi sebesar 4296,31detik. Agar proses dapat selesai tepat waktu maka operator harus mentaati kegiatan yang telah dibakukan perusahaan dan dilakukan minimasi waktu set-up sebelum melakukan pekerjaan. Mempromosikan program 5S agar pekerja membiasakan diri untuk menjaga kerapian, kebersihan dan kedisplinan pada waktu berkerja.

Sistem  manufaktur  tradisional  mengatur  jadwal  produksi  berdasarkan prediksi terhadap masa yang akan datang memiliki resiko kerugian yang lebih besar karena over produksi,  dari  pada  produksi  berdasarkan  permintaan  yang  sesungguhnya.  Untuk mengatasi  hal  tersebut,  maka  muncul  sistem  JIT  yang  akan  berproduksi  jika  ada permintaan (Imai, 1997:86). Atribut Layanan dengan Model Kano Untuk Penentuan Skala Prioritas pada Sistem produksi  tepat  waktu merupakan sistem produksi yang menggunakan perencanaan dan pengendalian secara menyeluruh pada rangkaian aliran   proses   produk   dalam   pengolahannya.   Tujuan   utamanya   adalah   berusaha menghilangkan  semua  sumber pemborosan,  sesuatu  yang  tidak  menambah  nilai  di dalam  kegiatan  produksi  dengan  menyuguhkan  suku  cadang  yang  tepat  pada  tempat dan waktu yang tepat  (Schroeder, 1997:78). Dalam sistem JIT  operasi  baku terutama menunjukkan  operasi  rutin  yang  berurutan  yang  dilakukan  oleh  pekerja.  Tujuan  dari operasi  baku  yaitu  mencapai  produktivitas  tinggi  melalui  kerja  keras.  Tetapi,  kerja keras  di  sini  tidak  berarti  memaksa  para  karyawan  untuk  bekerja  sangat  keras, melainkan bekerja secara efisien tanpa kegiatan yang terbuang (Monden, 2000:181).

Selain operasi baku, Atribut Layanan dengan Model Kano Untuk Penentuan Skala Prioritas untuk mengurangi waktu set-up adalah penting karena menaikkan kapasitas yang tersedia, menaikkan keluwesan guna memenuhi perubahan jadwal, dan mengurangi  sediaan. Semakin waktu set-up  mendekati  nol,  ukuran partai  ideal  1 unit bisa dicapai, waktu pemesanan produksi dari berbagai jenis produk dapat diperpendek, dan  perusahaan  dapat  menyesuaikan  diri  terhadap  pesanan  pelanggan  dan  perubahan permintaan dengan sangat cepat. CV. Roda Jati merupakan perusahaan mebel, aktivitas yang  paling  banyak  membuang  waktu  yaitu  aktivitas  set-up  mesin  khususnya  pada pembuatan komponen frameujung produk GT 060.

Leave a Reply