Pengembangan Kolaborasi Desain Casing Produk Flash Disk Berbasis Web Yang Mendukung Karakteristik Kolaborasi dimana Kolaborasi merupakan suatu proses kerjasama berdasarkan prinsip-prinsip tertentu, yang menghasilkan kredibilitas, integritas dan terobosan untuk membangun konsesus, kepemilikan bersama, dan kerja sama dalam segala aspek. Oleh karena itu pengembangan yang mungkin bagi kolaborasi desain adalah dengan menggunakan kolaborasi desain yang berbasis web CAD (Computer Aided Design), dimana desainer dapat berkolaborasi pada desain dan secara efisien memberdayakan tool desain yang ada pada internet. Dengan framework meliputi skema kolaborasi dengan interface ke tool distribusi web, untuk menyimpan dan memanipulasi desain obyek dan protokol untuk tool komunikasi, pengiriman message dan kolaborasi. Salah satu produk yang mengalami perkembangan yang pesat dan pelanggan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu adalah produk casing USB flash disk yang selalu dibutuhkan setiap saat, kapanpun dan dimanapun. Kehandalan dan kemampuan flash disk membuatnya harus dimiliki masyarakat yang hight-tech masa kini alias melek teknologi. Banyak sekali jenis casing flash disk yang beredar dipasaran, hampir semuanya memiliki persamaan dan hanya sedikit yang tampil beda. Kecepatan, bentuk dan daya tahan yeng berbeda membuat flash disk tersebut menarik untuk dimiliki. Dalam proses desain, akan mungkin sekali terjadi penyimpangan terhadap desain dari konsep awal. Adanya sarana komunikasi didalam sistem ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan desain.
Di dalam kehidupan manusia di dunia banyak ditemui usaha kerjasama untuk mencapai tujuan yang disepakati bersama. Kerjasama itu umumnya dilakukan oleh beberapa orang (dua orang atau lebih) dalam proses kerjasama yang disebut organisasi. Namun, dalam kenyataannya bukan hanya kerjasama yang dibutuhkan tetapi kolaborasi juga, agar dapat memberi keuntungan yang lebih besar dibanding dengan keberhasilan yang diraih hanya dengan melalui kerjasama. Desain adalah suatu aktifitas yang jarang ditangani dan dipenuhi hanya oleh satu orang saja. Dari perspektif desain, masalah desain yang kompleks pada umumnya membutuhkan pengetahuan lebih dari satu orang, karena pengetahuan yang terkait pada satu masalah akan didistribusikan diantara para stakeholder.
Kolaborasi adalah, proses kerjasama berdasarkan prinsip-prinsip tertentu, yang menghasilkan kredibilitas, integritas, dan terobosan untuk membangun konsesus, kepemilikan bersama, dan kerja sama dalam segala aspek (http://www.zulkieflimansyah.com/idxnews.php?id=86).
Tidak dipungkiri lagi produk yang mengalami perkembangan yang pesat dan pelanggan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu adalah produk casing USB flash disk yang selalu dibutuhkan setiap saat, kapanpun dan dimanapun. Kehandalan dan kemampuan flash disk membuatnya harus dimiliki masyarakat yang higt-tech masa kini alias melek teknologi. Banyak sekali jenis casing flash disk yang beredar dipasaran, hampir semuanya memiliki persamaan dan hanya sedikit yang tampil beda. Kecepatan, bentuk dan daya tahan yeng berbeda membuat flash disk tersebut menarik untuk dimiliki.
Oleh karena itu Kolaborasi Desain Casing Produk Berbasis Web dalam halĀ pengembangan yang mungkin bagi kolaborasi desain adalah dengan menggunakan kolaborasi desain yang berbasis web CAD (Computer Aided Design), dimana desainer dapat berkolaborasi pada desain dan secara efisien memberdayakan tool desain yang ada pada internet. Dengan framework meliputi skema kolaborasi dengan interface ke tool distribusi web, untuk menyimpan dan memanipulasi desain obyek dan protokol untuk tool komunikasi, pengiriman messagedan kolaborasi.
Kolaborasi desain adalah proses mendesain sebuah produk dengan kerjasama antara semua aspek yang berkaitan dengan siklus hidup produk (Kim 2000, dalam Maulidya dan Toha: 2005). Aspek yang dimaksud dapat berupa fungsi-fungsi seperti: desain, fabrikasi, perakitan, pengujian, pengendalian kualitas, dan pembelian, serta, aspek supplier dan konsumen. Dalam kolaborasi desain, desainer-desainer yang berada pada lokasi geografis yang berbeda dimungkinkan untuk bekerja dan saling mengkomunikasikan aktifitas desain yang sama (Rahman dalam Maulidya dan Toha: 2005). Kolaborasi desain dapat terjadi di setiap tahapan proses pengembangan produk yaitu pada tahap perencanaan produk (product planning) dan tahap desain produk (product design). Pada penelitian ini kolaborasi yang terjadi mulai dari perencanaan produk sampai ke tahap desain produk.
Kolaborasi adalah, proses kerjasama berdasarkan prinsip-prinsip tertentu, yang menghasilkan kredibilitas, integritas, dan terobosan untuk membangun konsesus, kepemilikan bersama, dan kerjasama dalam segala aspek organisasi.
Aspek-Aspek Kolaborasi
Dari pengertian dan pendapat Edward M. Marshall, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan agar lebih jelas dan dapat diterapkan dalam membina kerjasama melalui kolaborasi. Aspek-aspek tersebut adalah: Integritas, Aspek terobosan, Aspek konsensus , Aspek kepemilikan, Aspek keterpaduan
Paradima kolaborasi merupakan perubahan dari manajemen tradisional menjadi manajemen globalisasi. Paradigma ini terjadi karena beberapa hal antara lain: Tidak disukai , Herarkis , Orientasi pada produksi